Kamis, 23 Juli 2009

Rentetan Pengeboman di Indonesia

Rentetan Pengeboman

Saat ini dalang teror bom kembar memang belum terungkap. Yang terang, tragedi Mega Kuningan menambah panjang rentetan pengeboman di Tanah air, dalam dekade terakhir: Agustus 2000-Juli 2009. Berikut urutannya:

Pada 1 Agustus 2000, ledakan bom terjadi di depan kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta. Ledakan bom itu menewaskan dua staf rumah tangga kediaman serta puluhan orang lainnya mengalami luka cukup serius.

Janggal, Temuan Bom di Halaman Rumah Bahrudin

Kamis, 23 Juli 2009 | 03:04 WIB
CILACAP, KOMPAS - Penemuan bom di halaman rumah Bahrudin Latif, salah seorang target pencarian Densus 88 Antiteror, di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, dipertanyakan oleh warga setempat. Apalagi pencarian bom itu dilakukan oleh tim Densus 88 tanpa ada kesulitan apa pun, dan tanpa menggunakan anjing pelacak.
Kejanggalan itu, menurut Kepala Desa Pasuruhan, Watim Suseno, sudah dipertanyakan oleh banyak warga setempat. "Kami pun heran, kenapa tim Densus dengan mudah menemukan lokasi penimbunan bom rakitan itu, seperti sudah tahu tempatnya," katanya , Rabu (22/7) malam.

Rabu, 22 Juli 2009

Abu Bakar Ba'asyir : Orang Kafir Tak Boleh Dibunuh

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kemarin siang Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, lebih ramai daripada biasanya. Puluhan wartawan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke pesantren itu. Mereka mencari kabar seputar Nur Said, lulusan Ngruki yang diduga terkait dengan pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta.

Meski membenarkan bahwa Nur Said pernah mondok di pesantren yang didirikannya, Abubakar Ba'asyir mengaku tak pernah mengenal bekas santri yang kini dicari-cari polisi itu. Berikut ini petikan wawancara sejumlah wartawan, termasuk Ahmad Rafiq dari Tempo, dengan Abubakar.

Selasa, 21 Juli 2009

Kasus Bom Ada Rekayasa

Baasyir Yakin Kasus Bom Ada Rekayasa

Rabu, 22 Juli 2009 - 11:28 wib

Abu Bakar Baasyir (Foto: Koran SI)
SUKOHARJO - Meski pelaku bom bunuh diri sudah mulai teridentifikasi, Penasihat Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ustaz Abu Bakar Baasyir masih belum yakin sepenuhnya. Bahkan, Baasyir menuding Central Intelligence Agency (CIA) dari AS ikut terlibat dalam kasus bom tersebut.

Teror dan Terorisme

Teror dan Terorisme 9

21 jam yang lalu

Apa yang tersisa setelah bom meledak, korban bergelimangan, dan berita berseliweran? Mungkin kesedihan keluarga para korban. Isak tangis. Kebingungan. Dan rasa marah. Sebagian lagi mungkin merasa kembali memiliki dorongan dan kehendak untuk memperkokoh persatuan bangsa.

Saya melihat ada begitu banyak reaksi orang pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada Jumat pekan lalu. Juga beredar beberapa versi teori, analisis, dan tak sedikit pendapat asal-asalan tentang motif pengeboman.

Kebanyakan pendapat tak berangkat dari fakta dan data akurat. Ada yang mengatakan pengeboman berkaitan dengan pemilu. Ada yang bilang ini ulah para spekulan ekonomi asing. Dan sebagainya. Dan khalayak jadi kebingungan.

Pertanyaan terbesarnya: siapakah pelaku peledakan bom Marriott dan Ritz? Apa motifnya?