Tampilkan postingan dengan label Bom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bom. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2018

Sudut Pandang Lain Terhadap Teror Bom

Menyingkap Teror Bom

Oleh Fauzan Al-Anshari 


Pelaku teror bom di Indonesia adalah JI? Ya. Tetapi bukan JI versi polisi. Melainkan JI (Jewish Inteligent) bisa Mossad yang memiliki hubungan dengan CIA dan MI6

Kamis, 23 Juli 2009

Rentetan Pengeboman di Indonesia

Rentetan Pengeboman

Saat ini dalang teror bom kembar memang belum terungkap. Yang terang, tragedi Mega Kuningan menambah panjang rentetan pengeboman di Tanah air, dalam dekade terakhir: Agustus 2000-Juli 2009. Berikut urutannya:

Pada 1 Agustus 2000, ledakan bom terjadi di depan kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta. Ledakan bom itu menewaskan dua staf rumah tangga kediaman serta puluhan orang lainnya mengalami luka cukup serius.

Rabu, 22 Juli 2009

Abu Bakar Ba'asyir : Orang Kafir Tak Boleh Dibunuh

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kemarin siang Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, lebih ramai daripada biasanya. Puluhan wartawan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke pesantren itu. Mereka mencari kabar seputar Nur Said, lulusan Ngruki yang diduga terkait dengan pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta.

Meski membenarkan bahwa Nur Said pernah mondok di pesantren yang didirikannya, Abubakar Ba'asyir mengaku tak pernah mengenal bekas santri yang kini dicari-cari polisi itu. Berikut ini petikan wawancara sejumlah wartawan, termasuk Ahmad Rafiq dari Tempo, dengan Abubakar.

Selasa, 21 Juli 2009

Kasus Bom Ada Rekayasa

Baasyir Yakin Kasus Bom Ada Rekayasa

Rabu, 22 Juli 2009 - 11:28 wib

Abu Bakar Baasyir (Foto: Koran SI)
SUKOHARJO - Meski pelaku bom bunuh diri sudah mulai teridentifikasi, Penasihat Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ustaz Abu Bakar Baasyir masih belum yakin sepenuhnya. Bahkan, Baasyir menuding Central Intelligence Agency (CIA) dari AS ikut terlibat dalam kasus bom tersebut.

Teror dan Terorisme

Teror dan Terorisme 9

21 jam yang lalu

Apa yang tersisa setelah bom meledak, korban bergelimangan, dan berita berseliweran? Mungkin kesedihan keluarga para korban. Isak tangis. Kebingungan. Dan rasa marah. Sebagian lagi mungkin merasa kembali memiliki dorongan dan kehendak untuk memperkokoh persatuan bangsa.

Saya melihat ada begitu banyak reaksi orang pasca ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada Jumat pekan lalu. Juga beredar beberapa versi teori, analisis, dan tak sedikit pendapat asal-asalan tentang motif pengeboman.

Kebanyakan pendapat tak berangkat dari fakta dan data akurat. Ada yang mengatakan pengeboman berkaitan dengan pemilu. Ada yang bilang ini ulah para spekulan ekonomi asing. Dan sebagainya. Dan khalayak jadi kebingungan.

Pertanyaan terbesarnya: siapakah pelaku peledakan bom Marriott dan Ritz? Apa motifnya?

KEANEHAN BOM MARRIOT I

KEANEHAN BOM MARRIOTT

Katagori : Untold Story / the X files
Oleh : Redaksi 08 Sep 2003 - 3:29 pm

Pelakunya warga Amerika atau Israel yang menguasai bom nonkonvensional. Itu analisis Joe Vialls, ahli masalah peledakan dari Australia.
Jakarta CCTV Proves Bush & Howard Lying About “Muslim Terrorists”
Teror bom tampaknya tak akan segera berakhir menghantui Indonesia.. Setelah meledaknya bom di hotel J.W. Marriott (5/8), sejumlah pejabat yang membidangi masalah keamanan – terutama Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono dan Menhan Matori Abdul Djalil -- mengungkapkan bahwa ledakan yang lebih besar akan terjadi tepat pada saat peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI (17/8). Tapi, ramalan itu tidak terbukti, karena bom hanya meledak di kawasan konflik Nanggroe Aceh Darussalam, dan itu dianggap sebagai hal yang lumrah. Korban di Tanah rencong sungguh tak dihitung dan dipedulikan betul oleh pemerintahan Megawati. Para petinggi yang sudah berhasil “meneror” rakyatnya sendiri dalam memperingati kemerdekaan ke-58 tahun, tak berkomentar apapun. Tak ada penjelasan, tak ada kata maaf, seperti biasanya. Namun, rakyat semakin tak yakin bahwa kedamaian dan ketenangan akan segera terwujud.

Bom Marriott, Lagi

" Bom Marriott, Lagi "

Sabtu, 18 Juli 2009 01:29 WIB
Posting by : warso

Setiap kali bom teror meledak, muncul berbagai spekulasi tentang pelaku, motif, dan korban. Yang paling menarik bagi publik memang pelaku dan motifnya. Dalam konteks bom Marriot (II) dan Ritz Carlton, ada sejumlah spekulasi teori yang dianggap masuk akal, dan semuanya masuk akal. Spekulasi ini dapat dibangun berdasarkan pola kejadian dan konteks lingkungan strategis.

Motif 'Bom Marriott 2'

20/07/2009 - 06:16

Empat Motif 'Bom Marriott 2'

Indonesia berduka. Teror bom kembali membangunkan kita dari mimpi setelah lima tahun keadaan aman. Marilah kita coba cermati motif - motif apa sajakah yang mungkin melatar belakangi pelaku untuk melakukan pengeboman.
Motif ideologis. Motif yang berlandaskan agama dan akan langsung mengarah pada sosok Nurdin M. Top dan Kelompok Jama'ah Islamiyah (KJI). Hal ini dikuatkan pada metode bom bunuh diri dan 'katanya' serpihan bom identik dengan hasil pengrebegan di Cilacap.

JW MARRIOT & TERORISME

Oleh Prince of Jihad pada Sabtu 18 Juli 2009, 06:23 PM
Arrahmah.Com - JW Marriot, dan Ritz Carlton, dua hotel mewah yang ditengarai milik jaringan bisnis yahudi di Jakarta di bom, Jum’at, 17 Juli 2009. Pasca pengeboman dua hotel tersebut, bisa dipastikan topik dan tema yang hangat diperbincangkan adalah terorisme. Sejak peristiwa 9/11 istilah terorisme atau Al Irhaab memang selalu menjadi istilah yang diperbincangkan dalam setiap kesempatan. Bagi seorang Muslim yang terpenting adalah mengetahui apakah status hukum terorisme ? dan apa pendapat ulama salaf mengenai terorisme ?

Memahami Latar Belakang & Makna Terorisme
Pertama, kita harus memahami bahwa ada perang antara Islam dan kufur. Kaum kuffar berperang ata nama apa yang mereka sebut terorisme. Kita harus memahami apa itu terorisme ? Kita harus pula peka bahwa orang menggunakan istilah ini dengan konteks rasa bangga dan setuju serta dengan konteks penyangkalan dan tidak setuju.

'Alumni Afghan': Fakta dan Opini

Fauzan Al-Anshari
Ketua Departemen Data dan Informasi MMI
Judul di atas mungkin terasa agak aneh, pasalnya kalimat dalam tanda petik di atas tampak tidak umum, mengingat istilah 'alumni' lazimnya dinisbatkan kepada mereka yang telah lulus dari jenjang pendidikan tertentu. Sedangkan kata 'Afghan' menunjukan nama sebuah negara yang lengkapnya bernama Afghanistan --sebuah negara Islam yang telah diserang dengan carpet-bombing oleh tentara koalisi pimpinan AS, Oktober dua tahun silam. Oleh karena itu, istilah 'Alumni Afghan' perlu saya jelaskan terlebih dahulu secara singkat sebagai berikut.

Teori Konspirasi soal Bom JW Marriott I

09 Aug 2003

Hari Selasa (5 Agustus 2003) siang, sekitar pukul 14.00 WIB waktu Malaysia atau pukul 13.00 WIB, saya menerima SMS dari seorang wartawan Republika di Jakarta. Isinya singkat: "Hotel JW Marriot dibom, bos Texmaco Sinivasan bunuh diri". Ternyata, Hari Selasa itu, sekitar pukul 12.44 WIB, Hotel JW Marriot memang dibom. Televisi Malaysia yang biasanya sangat jarang menyiarkan berita tentang Indonesia, kali ini menjadikan berita itu sebagai headline.

Pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Adalah Musuh Islam

SOLO - SURYA- Mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba`asyir, menegaskan bahwa pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton adalah musuh Islam. “Mereka yang melakukan pengeboman tersebut telah menjadikan Islam sebagai `kambing hitam` kasus tersebut,” katanya di Solo, Jateng, Jumat (17/7).
Menurutnya, tindakan yang dilakukan musuh Islam itu dapat mendorong hal-hal yang memojokkan dan menekan umat Islam. “Tidak menutup kemungkinan –setelah kasus peledakan ini– pejuang-pejuang Islam akan ditangkap dan dituduh sebagi pelaku pengeboman,” katanya, seusai memimpin unjuk rasa menentang kekerasan di Xinjiang, China.

Mengenal Pelaku Peledakan JW Mariot

Mengenal Pelaku Peledakan JW Mariot. Pengeboman yang hampir dipastikan bermodus bunuh diri itu terkait jaringan Slamet Kastari di Singapura. Kastari adalah salah seorang pimpinan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) berkebangsaan Singapura. Dialah yang dituding terlibat dalam berbagai kasus teror terhadap sejumlah gedung pemerintah di Singapura pada 2001.
Sebelum ditangkap di Malaysia Mei lalu, Kastari menjadi buron sejak 2002. Pada 2006, dia tertangkap di Indonesia dan diekstradisi ke Singapura. Namun, pada Februari 2008, Kastari melarikan diri dari penjara Whitley Road Detention Center, Singapura, melalui jendela kamar mandi yang tidak terkunci. Kastari adalah gembong teroris yang paling dicari di Asia Tenggara setelah Noordin M. Top. Ada dugaan bahwa Kastari terlibat dalam kasus bom Bali 2002. Dan, Mei lalu dia bisa ditangkap kembali.

Senin, 20 Juli 2009

Apa Dibalik Bom Marriott Dan Ritz Carlton

Pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Mega Kuningan pada Jumat (17/7) adalah ulah dari teroris kelompok militan. Pelakunya diperkirakan lebih dari empat orang, dua orang menginap di Hotel Marriott, sisanya bergantian menyuplai bahan bom. Polisi menyampaikan data salah satu pelaku yang bernama Nurdin Azis itu check in sejak tanggal 15 Juli 2009 dikamar 1808. Polisi juga menemukan satu bom aktif dengan jenis yang sama di kamar tersebut. Bom berhasil diurai dan dijinakkan oleh tim Gegana Polri sekitar satu setengah jam setelah peledakan terjadi.

Terror Bom, Operasi Diskreditkan Islam



Oleh : Redaksi 20 Jul 2009 - 2:00 am


Rusuh Ketapang, Bom Bali, WTC, Marriot semuanya Menista Islam
Direktur Lembaga Kajian Syariat Islam Fauzan Al Anshori menduga aksi bom yang terjadi di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott sebagai operasi untuk mendiskreditkan kelompok Islam."Saya kira ini operasi untuk mendiskreditkan Islam. Asumsi ini didukung modusnya yang menggunakan false fact (fakta palsu) dengan meninggalkan bom yang siap meledak di kamar 1808 di JW Marriott," kata mantan juru bicara Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu, di Jakarta, Sabtu.

Inilah petinggi perusahaan migas yang rapat di hotel JW Marriot sebelum bom meledak

Inilah petinggi-petinggi perusahaan migas yang sedang menggelar rapat bertajuk ICP Breakfast Roundtable di restoran Syailendra, hotel JW Marriott, sebelum bom meledak Jumat 17 Juli 2009 :
1. Patrick Foo, dari Ael Indonesia
2. Edward Thiessen, dari Alstom Power
3. Pedro Sole, dari Alstom Power
4. David Potter, dari Freeport Indonesia
5. Adrianto Machribi, dari Freeport Indonesia
6. Andy Cobham, dari Hill&Associates,
7. Tim Mackay, dari Holcim Indonesia
8. Kevin Moore, dari Husky Energy
9. Mariko Yoshihara, dari JAC Indonesia
10. Noke Kiroyan, dari Kiroyan Partners,
11. Roy Widosuwito, dari Perfetti Van Melle Indonesia
12. Nathan Verity, dari Verity HR
13. James Castle, dari Castle Asia
14. Max Boon, dari Castle Asia
15. Gary ford, dari Anadarko Indonesia
16. Garth McEvoy, dari Thiess Contractors Indonesia
Diantara yang menjadi korban tewas akibat ledakan bom adalah Nathan Verity, pebisnis asal Australia, yang berbisnis di bidang sumber daya manusia dan rekruitmen.

Bom ini terkait dengan bisnis Migas dan Pertambangan ?

Setiap tindakan pemboman pasti punya target sasaran yang ingin dihabisi nyawanya. Pertanyaannya Bom Carlton Marriot itu siapa target yang akan dibunuhnya ?.
Ada beberapa analisa yang menjabarkan kemungkinan target sebenarnya yang dijadikan sasarannya peledakan Bom Carlton Marriot ini, antara lain yaitu :
1. Orang-orang dari Warganegara Asing.
Hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton, jika ditilik dari segi pemilihan lokasi tempat peledakan yang dikaitkan dengan sasaran orang-orang dari warganegara asing, sepertinya sudah cukup tepat. Walau tidak bisa dikatakan tepat 100%, jika ditilik dari maksimalisasi sasaran yang ingin dituju oleh teroris itu.

Warga Cilacap Khawatir Masih Ada Sisa Bom

Warga Cilacap Khawatir Masih Ada Sisa Bom di Rumah Baridin

Ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat di Cilacap, Jawa Barat dan aparat polisi di wilayah Kepolisian Banyumas, Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Itu terjadi karena belum lama berselang, tepatnya pada Selasa (14/7), satuan Anti Teror Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri yang sedang memburu biang teroris Noordin M Top dan kaki tangannya di Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, menemukan sejumlah bahan peledak yang masih dikemas dalam plastik serta sebuah rakitan bom yang sudah siap.